Liputan6.com, Jakarta - Menjaga kadar gula darah agar tetap stabil merupakan aspek krusial dalam menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, tidak hanya bagi penderita diabetes, tetapi juga bagi setiap individu yang ingin mencegah berbagai komplikasi kesehatan di masa depan. Fluktuasi kadar gula darah yang tajam, terutama setelah makan, dapat memicu berbagai masalah seperti kelelahan, penurunan konsentrasi, hingga peningkatan risiko penyakit kronis. Oleh karena itu, memahami dan menerapkan kebiasaan yang tepat setelah mengonsumsi makanan menjadi sangat penting dalam mendukung metabolisme tubuh yang optimal.
Meskipun seringkali terabaikan, kebiasaan sederhana yang dilakukan setelah makan memiliki dampak signifikan terhadap respons glukosa tubuh. Dengan mengintegrasikan beberapa praktik mudah ke dalam rutinitas harian, Anda dapat secara efektif mengelola kadar gula darah, meningkatkan energi, dan menjaga kesehatan metabolisme. Berikut delapan kebiasaan penting setelah makan yang dapat membantu Anda menjaga kadar gula darah tetap stabil, didukung oleh penjelasan ilmiah dan referensi terpercaya, Sabtu (7/2/2026).
Berjalan Kaki Ringan Setelah Makan
Berjalan kaki ringan setelah makan merupakan salah satu kebiasaan paling efektif dan mudah dilakukan untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Aktivitas fisik ini bekerja dengan cara membantu otot-otot tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi, sehingga mengurangi jumlah glukosa yang beredar dalam aliran darah. Proses ini secara langsung berkontribusi pada stabilitas kadar gula darah pasca-makan, mencegah lonjakan yang tidak diinginkan.
Penelitian telah menunjukkan bahwa durasi berjalan kaki yang relatif singkat, sekitar 15 menit setelah makan, dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah. Bahkan, studi lain menemukan bahwa berjalan kaki selama dua hingga lima menit setelah makan sudah dapat memberikan manfaat yang berarti dalam menstabilkan kadar gula darah. Waktu terbaik untuk berjalan kaki adalah sekitar 30 hingga 90 menit setelah makan, yaitu saat kadar gula darah cenderung mencapai puncaknya.
Selain membantu mengontrol gula darah, berjalan kaki ringan juga membawa manfaat tambahan seperti melancarkan pencernaan, mencegah rasa kantuk yang sering muncul setelah makan, meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, dan bahkan memperbaiki suasana hati. Ini menjadikan berjalan kaki sebagai kebiasaan holistik yang mendukung kesehatan fisik dan mental.
Untuk mengintegrasikan kebiasaan ini, Anda bisa memulai dengan berjalan kaki singkat sekitar 10 menit dan secara bertahap menambah durasinya. Aktivitas ini dapat dilakukan di sekitar rumah, di taman, atau bahkan melakukan pekerjaan rumah tangga ringan seperti membersihkan meja atau mencuci piring, yang juga termasuk dalam kategori gerakan ringan yang bermanfaat.
Hidrasi Optimal dengan Air Putih
Minum air putih yang cukup setelah makan adalah kebiasaan sederhana namun sangat penting untuk membantu tubuh memproses glukosa dan menjaga hidrasi optimal. Air berperan sebagai pelarut utama dalam tubuh, membantu mengencerkan konsentrasi glukosa dalam darah dan mendukung fungsi ginjal dalam membuang kelebihan gula melalui urine.
Dehidrasi dapat menyebabkan kadar gula darah menjadi lebih tinggi karena tubuh memiliki lebih sedikit air untuk mengencerkan glukosa dalam darah. Ketika tubuh kekurangan cairan, ginjal akan kesulitan membuang kelebihan glukosa, dan tubuh juga dapat memproduksi hormon vasopresin yang memicu hati untuk menghasilkan lebih banyak gula darah, menciptakan siklus kenaikan glukosa.
Dengan memastikan asupan air yang cukup, Anda tidak hanya membantu menstabilkan gula darah tetapi juga mendukung berbagai fungsi tubuh lainnya, termasuk pencernaan yang lancar dan metabolisme yang efisien. Air putih adalah pilihan terbaik karena bebas kalori dan tidak akan menambah beban gula pada tubuh.
Disarankan untuk mengonsumsi satu hingga dua gelas air putih setelah bangun tidur untuk memulai hidrasi, dan terus minum air yang cukup sepanjang hari, termasuk setelah makan. Jika air putih terasa membosankan, Anda bisa menambahkan irisan mentimun atau jeruk untuk memberikan rasa segar tanpa tambahan gula.
Menghindari Posisi Tidur atau Berbaring Pasca-Makan
Tidur atau berbaring segera setelah makan, terutama dalam waktu singkat, dapat memperlambat proses pencernaan dan berpotensi menyebabkan lonjakan gula darah yang tidak sehat. Ketika Anda berbaring, gravitasi tidak lagi membantu makanan bergerak melalui saluran pencernaan, yang dapat memperpanjang waktu pengosongan lambung dan penyerapan glukosa.
Sebaliknya, tetap tegak atau melakukan aktivitas ringan setelah makan dapat membantu proses pencernaan berjalan lebih baik dan mendukung penyerapan glukosa yang lebih optimal. Hal ini mengurangi risiko asam lambung naik (heartburn) dan ketidaknyamanan pencernaan lainnya yang sering terjadi jika langsung berbaring setelah makan.
Meskipun tubuh orang sehat umumnya mampu menangani lonjakan gula darah saat tidur berkat kerja hormon insulin, pada individu dengan riwayat diabetes atau yang berisiko, kemampuan insulin untuk menyerap glukosa mungkin terganggu. Oleh karena itu, memberi jeda waktu yang cukup sebelum beristirahat sangat dianjurkan.
Para ahli menyarankan untuk menunggu setidaknya 2-3 jam setelah makan sebelum tidur atau berbaring. Selama jeda ini, Anda bisa melakukan aktivitas ringan seperti membaca, berbicara, atau berjalan kaki singkat untuk membantu pencernaan. Jika merasa sangat lapar sebelum tidur, pilihlah camilan kecil yang mudah dicerna seperti buah.
Mengelola Stres
Stres memiliki dampak yang signifikan terhadap kadar gula darah karena tubuh merespons stres dengan melepaskan hormon-hormon seperti kortisol dan epinefrin (adrenalin). Hormon-hormon ini memicu respons 'lawan atau lari' yang bertujuan untuk meningkatkan pasokan energi dengan cara meningkatkan kadar glukosa dalam darah. Peningkatan kadar gula darah ini bisa menjadi masalah, terutama bagi individu yang memiliki risiko diabetes atau sudah menderita kondisi tersebut.
Melakukan teknik relaksasi setelah makan, seperti pernapasan dalam, meditasi, atau yoga ringan, dapat membantu mengelola stres dan pada gilirannya menjaga kadar gula da...

17 hours ago
4
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5436484/original/055673400_1765175548-dante_dokter_magang.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3030536/original/025901800_1579772464-048838900_1568532795-Bendera_Bangladesh__Pixabay_.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: 5 Hal tentang Kematian Pertama Pasien Virus Nipah di 2026](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/zTrYHXMTp0w-YNC-zSeJAjzmYNk=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355880/original/064059000_1758366884-WhatsApp_Image_2025-09-20_at_10.28.22_AM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495863/original/063648000_1770439718-Kegiatan_belajar_mengajar_di_SMP_70_Bandung_sumber_pemkot_bdg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429754/original/033200800_1764643585-Kembang_Kol.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5256055/original/037675900_1750224442-medium-shot-sick-woman-home.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5165076/original/013556800_1742183618-d896ef0266e86ce860064a124993cc31.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494736/original/072054000_1770331504-limfoma.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3445090/original/053223400_1619852860-berjalan_di_treadmill.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5473767/original/057718200_1768456004-susu_formula.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1740001/original/057180700_1508071681-Sederet-Manfaat-Rebung-untuk-Kesehatan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5145121/original/055491600_1740664704-cup-with-natural-healthy-herbal-tea-made-from-turmeric-honey-spices.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3167349/original/049156100_1593592165-20200701-Iuran-BPJS-Kesehatan-Resmi-Naik--ANGGA-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5488195/original/057422900_1769740878-Kelelawar_di_rumah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3451004/original/011072500_1620374351-pexels-photo-708777.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494512/original/008109200_1770294552-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_19.15.00.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494553/original/051612800_1770296758-gumoh.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5495175/original/005959500_1770358710-RSUD_PHTC.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5079611/original/075660400_1736152693-1735888251296_ciri-ciri-flu.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5494751/original/006627400_1770338397-WhatsApp_Image_2026-02-05_at_8.32.28_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198392/original/009565300_1745546901-Clair_Obscur_Expedition_33_02.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442228/original/014176900_1765531627-Star_Wars_Fate_of_the_Old_Republic__Dok.Gamespot_.jpeg)

English (US) ·