Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia selama periode Januari hingga Desember 2025 mengalami surplus hingga mencapai US$41,05 miliar.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Ateng Hartono menuturkan surplus sepanjang Januari-Desember 2025 ditopang oleh surplus nonmigas US$ 60,75 miliar. Ateng mengatakan nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$269,84 miliar naik 7,66%. Surplus di nonmigas ditopang oleh ekspor industri pengolahan. Ekspor industri pengolahan tembus US$ 227,1 miliar pada 2025.
"Untuk neraca perdagangan total, ada tiga negara penyumbang surplus terbesar, yaitu Amerika Serikat, kedua yaitu India, dan ketiga Filipina," kata Ateng, dalam rilis data BPS, Senin (2/2/2026).
Sepanjang Januari-Desember 2025, Ateng menuturkan Amerika Serikat (AS) menjadi penyumbang utama surplus perdagangan mencapai hingga US$18,11 miliar. Posisi kedua ditempati India dengan posisi surplus sebesar US$13,49 miliar. Ketiga adalah Filipina dengan surplus perdagangan sebesar US$8,42 miliar.
Sementara itu, BPS juga menyampaikan negara penyumbang defisit terbesar RI adalah China yang mencapai US$20,50 miliar, lalu Australia dengan total defisit mencapai US$5,63 miliar. Ketiga, Singapura dengan nilai defisit US$5,47 miliar.
(haa/haa)
[Gambas:Video CNBC]

1 day ago
5




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198392/original/009565300_1745546901-Clair_Obscur_Expedition_33_02.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442228/original/014176900_1765531627-Star_Wars_Fate_of_the_Old_Republic__Dok.Gamespot_.jpeg)

English (US) ·