JARINGAN Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengkritik rencana pembagian paket makanan kering dalam program makan bergizi gratis (MBG) selama Ramadan. Koordinator Nasional JPPI Ubaid Matraji menilai keputusan Badan Gizi Nasional (BGN) tersebut tidak sejalan dengan prinsip pemenuhan gizi. Bahkan, kebijakan itu berpotensi menimbulkan masalah kesehatan bagi siswa.
Ubaid mengatakan BGN tidak perlu mengurusi distribusi menu MBG, seperti abon atau telur asin, secara terpusat. Menurut dia, kantin sekolah jauh lebih memahami selera dan kebutuhan gizi peserta didik.
“Hidangan telur asin dan abon itu sangat tinggi natrium dan pengawet. Ini justru kontradiktif dengan tujuan pemenuhan gizi,” kata Ubaid saat dihubungi, Senin, 2 Februari 2026.
Ia menilai pembagian makanan kering secara massal selama Ramadan bukan solusi ideal, terlebih jika dikonsumsi terus-menerus dalam waktu lama. Ubaid menyebutkan pendekatan tersebut mencerminkan kebijakan yang tidak sensitif terhadap aspek kesehatan siswa.
JPPI mengusulkan agar anggaran MBG selama Ramadan diserahkan kepada kantin sekolah. Dengan mekanisme itu, kantin dapat menyiapkan menu segar yang dimasak setiap hari dan disepakati bersama antara sekolah dan orang tua murid.
“Daripada BGN sibuk membagikan paket makanan yang belum tentu segar, lebih baik anggarannya dikelola kantin sekolah. Ini lebih akuntabel dan sekaligus mendukung ekonomi lokal, khususnya UMKM kantin,” ujar Ubaid.
Menurut dia, penyusunan menu MBG seharusnya dilakukan melalui musyawarah, bukan ditentukan secara sepihak oleh pemerintah pusat. Jika dikelola kantin sekolah, kata dia, menu makanan dapat lebih bervariasi dan disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
“Memberikan telur asin dan abon secara massal itu malas secara kebijakan dan tidak sehat secara gizi jika dikonsumsi terus-menerus selama sebulan,” katanya.
JPPI menegaskan, pelibatan sekolah dan orang tua siswa dalam penentuan menu MBG penting untuk memastikan program tersebut benar-benar berdampak positif bagi kesehatan dan tumbuh kembang peserta didik.
Kepala BGN Dadan Hindayana sebelumnya menyampaikan menu MBG selama Ramadan akan didominasi menu kering. Variasi menu MBG yang akan disalurkan antara lain telur asin, telur rebus, telur pindang, abon, dan kurma.
Waktu penyaluran MBG selama Ramadan akan diubah, MBG akan dibagikan kepada murid saat pulang sekolah. "Jadi, ini untuk menu saat berbuka puasa," kata Dadan saat ditemui di kantor Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 29 Januari 2026.

4 days ago
1




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198392/original/009565300_1745546901-Clair_Obscur_Expedition_33_02.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442228/original/014176900_1765531627-Star_Wars_Fate_of_the_Old_Republic__Dok.Gamespot_.jpeg)

English (US) ·