INFO NASIONAL - Presiden Kelima Republik Indonesia sekaligus Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri menghadiri diskusi meja bundar Zayed Award for Human Fraternity Roundtable 2026 di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, Kamis, 5 Februari 2026. Kegiatan ini dihadiri sejumlah tokoh dunia yang merupakan anggota dewan juri, mantan juri, serta para penerima Zayed Award tahun ini dan periode sebelumnya.
Sebelum memasuki ruang diskusi, Megawati terlebih dahulu bertemu dengan Sekretaris Jenderal Zayed Award, Mohamed Abdelsalam. Pertemuan berlangsung sekitar 30 menit sebelum keduanya menuju ruang acara.
Megawati hadir didampingi Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo bersama istrinya, Nancy Prananda. Dalam forum tersebut, Megawati duduk di antara dua anggota Dewan Juri Zayed Award 2026, yakni mantan Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat dan mantan Presiden Dewan Eropa Charles Michel.
Diskusi dibuka oleh Mohamed Abdelsalam yang menyampaikan pengantar mengenai agenda Zayed Award 2026. Moderator kemudian memandu jalannya diskusi dan memberikan kesempatan kepada para peserta untuk menyampaikan pandangan.
Topik pembahasan berfokus pada isu persaudaraan manusia serta peran generasi masa depan dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan. Sejumlah penerima Zayed Award turut hadir, termasuk perwakilan dari Pengurus Pusat Muhammadiyah dan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang meraih penghargaan pada 2024. PP Muhammadiyah diwakili Hilman Latief, sedangkan PBNU diwakili Ulil Abshar Abdalla. Pada periode tersebut, Megawati tercatat sebagai anggota Dewan Juri Zayed Award 2024.
Usai diskusi, Megawati berinteraksi dengan sejumlah tokoh internasional. Salah satunya mantan Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova. Keduanya tampak saling menyapa dan berpelukan. Megawati dan Bokova diketahui sama-sama pernah menjadi Dewan Juri Zayed Award 2024. Mantan Sekretaris Jenderal Persemakmuran yang juga Dewan Juri Zayed Award 2025, Patricia Scotland, turut menyapa Megawati.
Dalam kegiatan ini, Megawati juga didampingi Ketua DPP PDIP Bidang Luar Negeri yang juga Duta Besar Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, serta Duta Besar Indonesia untuk Uni Emirat Arab, Judha Nugraha.
Zayed Award for Human Fraternity merupakan penghargaan internasional yang diluncurkan pada 2019. Penghargaan ini terinspirasi dari penandatanganan Dokumen Persaudaraan Manusia oleh Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb di Abu Dhabi, sebagai upaya mendorong perdamaian dan persaudaraan global. (*)

8 hours ago
1




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5198392/original/009565300_1745546901-Clair_Obscur_Expedition_33_02.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442228/original/014176900_1765531627-Star_Wars_Fate_of_the_Old_Republic__Dok.Gamespot_.jpeg)

English (US) ·